Cara menolong pasien henti jantung adalah hal yang sebaiknya Anda pahami dengan seksama, karena kondisi ini bisa terjadi secara mendadak dan tanpa peringatan. Saat seseorang berhenti bernapas atau jantungnya berhenti memompa, setiap detik sangat berarti. Dengan kesiapan Anda untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat, ada peluang nyata untuk menyelamatkan nyawa.
Nah, berikut ada beberapa cara menolong pasien henti jantung yang perlu Anda ketahui.
Beberapa Cara Menolong Pasien Henti Jantung Secara Tepat

Ada beberapa cara menolong pasien henti jantung yang mesti Anda perhatikan, antara lain:
1. Mengenali situasi dan memastikan keamanan
Cara menolong pasien henti jantung pertama adalah memastikan bahwa situasi di sekitar aman. Perhatikan apakah ada risiko seperti kendaraan yang masih bergerak, listrik terbuka, atau permukaan yang tidak stabil. Ini penting agar Anda sendiri tidak menjadi korban berikutnya.
Setelah itu, dekati korban, panggil dengan nama atau tepuk lembut bahu untuk memeriksa kesadaran. Bila korban tidak merespon, maka Anda harus segera menganggap bahwa ini kemungkinan henti jantung dan bergerak ke tahap berikutnya. Ingat, waktu yang hilang bisa berarti kesempatan untuk hidup yang juga hilang.
2. Memanggil bantuan dan menyiapkan posisi korban
Setelah memastikan kondisi aman dan korban tak merespon, langkah berikutnya adalah meminta bantuan. Segera minta seseorang menghubungi layanan darurat seperti 119 atau layanan kesehatan terdekat. Bila Anda sendiri, lakukan panggilan sambil tetap memperhatikan korban.
Jika tersedia, minta seseorang mengambil alat defibrillator eksternal otomatis (AED). Sementara itu, letakkan korban telentang di permukaan yang keras dan rata. Sebab, lantai lebih baik daripada tempat tidur empuk agar kompresi dada dapat dilakukan dengan efektif.
3. Memeriksa napas dan denyut nadi
Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah korban benar-benar mengalami henti jantung atau hanya pingsan. Lihat apakah dada korban naik turun sebagai tanda napas normal, lalu tak lebih dari 10 detik, periksa denyut nadi leher (arteri karotis).
Bila tidak ada napas normal atau denyut yang dapat Anda rasakan, maka Anda wajib segera memulai resusitasi jantung paru (RJP) tanpa menunda. Banyak pedoman menyarankan bahwa kalau Anda tak yakin dalam memeriksa nadi, lebih baik langsung melakukan kompresi daripada menunggu dan memperlambat tindakan.
4. Melakukan kompresi dada (Resusitasi Jantung Paru)
Cara menolong pasien henti jantung ini merupakan bagian ini yang mesti Anda lakukan dengan sebaik mungkin, yaitu:
- Berlutut di samping korban, letakkan satu telapak tangan di tengah bagian dada (tulang dada), dan tangan kedua di atas tangan pertama.
- Pastikan siku Anda lurus, bahu Anda tepat berada di atas telapak tangan agar tekanan maksimal dapat diterapkan.
- Lakukan tekanan dengan kedalaman sekitar 5-6 cm untuk orang dewasa, pada kecepatan sekitar 100-120 tekanan per menit. Anda bisa menghitung atau menyelaraskan dengan irama lagu “Stayin’ Alive” untuk menjaga kecepatan.
- Setelah setiap tekanan, pastikan dada korban naik kembali sepenuhnya. Fase relaksasi ini penting agar darah bisa kembali ke jantung dan mendapat oksigen.
- Hindari berhenti terlalu lama atau terlalu sering selain saat diperlukan (misalnya saat pergantian penyelamat).
5. Membuka jalan napas dan memberikan napas bantuan
Apabila Anda telah dilatih dan merasa nyaman, setelah beberapa siklus kompresi, buka jalur napas korban dengan mengangkat dagu dan mendongakkan kepala (head tilt-chin lift). Kemudian berikan dua napas bantuan, caranya tutup hidung korban, tutup mulut Anda di atasnya, dan tiup perlahan sambil melihat dada naik.
Siklus umum adalah 30 kompresi diikuti 2 napas bantuan. Bila Anda belum dilatih atau ragu, fokus saja pada kompresi dada yang konsisten. Sebab, hal ini lebih baik daripada melakukan napas bantuan secara tidak yakin.
6. Menggunakan AED jika tersedia
Jika ada perangkat AED di lokasi, segeralah gunakan. Nyalakan alat tersebut, lalu pasang pad elektroda pada dada korban sesuai petunjuk alat. Jangan ragu mengikuti instruksi suara yang diberikan oleh AED. Jika alat memberikan perintah untuk kejut listrik (shock), pastikan tidak ada yang menyentuh korban saat kejut diberikan.
Setelahnya segera lanjutkan kembali kompresi dada. Penggunaan AED sedini mungkin terbukti meningkatkan tingkat keberhasilan penyelamatan secara signifikan.
7. Melanjutkan hingga bantuan tiba atau korban pulih
Anda harus terus melakukan tindakan ini tanpa berhenti, selama korban belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan (seperti bernapas spontan atau bergerak) dan tim medis belum datang.
Jika ada orang lain di lokasi, sangat dianjurkan bergantian setiap dua menit agar kualitas kompresi tetap baik dan penyelamat tidak kelelahan. Perhatikan kondisi Anda sendiri; bila Anda lelah, mintalah seseorang menggantikan Anda agar kompresi tetap efektif.
8. Setelah korban sadar atau tim medis mengambil alih
Jika korban mulai bernapas, membuka mata, atau bergerak, pastikan ia tetap berada dalam posisi aman sambil menunggu bantuan lanjutan. Jangan beri makanan atau minuman hingga korban stabil sepenuhnya.
Apabila korban belum sadar namun bernapas, pindahkan ke posisi pemulihan (kanan atau kiri miring) agar jalan napas tetap terbuka dan risiko tersedak berkurang. Tetap di samping korban hingga bantuan medis datang atau situasi benar-benar stabil.
Itulah beberapa cara menolong pasien henti jantung yang penting untuk diketahui. Meski situasi seperti ini bisa terasa menegangkan, tenanglah, bertindaklah cepat, dan selalu percaya pada kemampuan Anda.
Tentunya, hal seperti ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Anda harus mengikuti pelatihan resmi seperti Basic Life Support (BLS) akan memperkuat kepercayaan diri Anda dan kualitas intervensi Anda.





